Sunday, May 3, 2015

6 Cara Mengganti Sokbreker Motor yang Aman

sokbreker
Sokbreker racing
Ketika motor menjadi susah dikendalikan, terasa "membuang" ke kanan-kiri saat melewati jalan bergelombang atau polisi tidur, itu berarti waktunya kita mengganti sokbreker. Sokbreker motor kita nggak lagi sehat. Kalau cuma ingin mengganti dengan sokbreker orisinal pabrik nggak akan bermasalah.

Terkadang kita ingin mengganti sokbreker motor yang masih sehat dengan sokbreker aftermarket. Tujuannya bermacam-macam. Ada yang ingin biar motornya lebih eye catching, buat kontes modifikasi, atau buat balap.

Tapi sokbreker bawaan pabrik dengan sokbreker aftermarket atau sokbreker racing ada perbedaannya.  ”Jelas beda (antara suspensi orisinal dan aftermarket). Tingginya tidak sama, kelenturannya juga. Banyak yang bisa mengganti, tapi lebih nyaman atau tidak tergantung ukuran yang dipilih,” sambar Rusmanto, mekanik toko aksesori sepeda motor Dua Saudara di kawasan Cipinang, Jakarta Timur.

Begini langkah-langkahnya jika ingin mengganti sokbreker motor dengan sokbreker nonpabrikan :
  1. Panjang sokbreker harus sesuai dengan motornya. Lebih baik cari sokbreker aftermarket yang memang dikhususkan buat motor yang kita punya. Bisa ditanyakan ke toko yang menjualnya.
  2. Sebisa mungkin kita membeli sokbreker baru. Karena kalau membeli sokbreker bekas, risikonya lebih besar. Selain itu membutuhkan ketelitian membeli yang lebih tinggi.
  3. Setel ketinggian sokbreker motor ketika dipasang. Usahakan ketinggiannya sama dengan sokbreker bawaan motor kita.
  4. Kalau motornya jenis skutik (skuter matik), tingkat kesulitannya lebih besar. Sokbreker pengganti harus benar-benar sama persis ukurannya. Berbeda ukuran mengakibatkan oleng jika dipakai berboncengan dan menemui jalan bergelombang.
  5. Buat motor yang dikhususkan buat kontes modifikasi, kemiringan sokbreker juga harus pas agar tetap nyaman dipakai. Sehingga lolos untuk mengikuti kontes.
  6. Test ride motor setelah sokbrekernya diganti. Jika ternyata motornya jadi nggak enak dikendarai, berarti harus diganti lagi sokbrekernya dengan yang lebih pas.

Toyota Camry, Sedan Untuk Para Pemimpin

 Toyota Camry

Toyota Camry, sedan kelas menengah atas yang termasuk laris di Indonesia. Umumnya Toyota Camry dimiliki sebagai fleet perusahaan buat kendaraan dinas para direkturnya. Selain itu, Toyota Camry juga dibeli oleh pemerintah buat dijadikan mobil dinas pejabat.

Pada mulanya Toyota Camry cuma dijual di Jepang, Amerika, dan Australia. Toyota Camry juga dijual di Eropa. Tapi karena nggak laku, digantikan dengan Toyota Avensis. Di pasar Asia di luar Jepang, Toyota Camry baru mulai dijual pada tahun 1998 buat menggantikan Toyota Corona. Termasuk di Indonesia. Padahal, Toyota Camry sudah diproduksi sejak tahun 1982.

Di Indonesia, Toyota Camry model terbaru dipasarkan dengan dua varian mesin. yaitu mesin hybrid dan mesin non-hybrid. Variannya sendiri ada 3, yaitu 2.5G, 2.5V (non-hybrid), dan 2.5 hybrid. Sumber tenaga Camry berasal dari mesin In-Line 4 Cylinders, 16- Valve, DOHC, VVT-I berkapasitas 2.494 cc yang mampu menghasilkan tenaga 181 PS pada putaran mesin 6.000 rpm dan torsi 23.3 kgm pada putaran 4.000 rpm dengan sistem bahan bakar EFI. Mesin ini tersedia untuk model V dan G. Sedangakan untuk versi hybrid Camry tersedia dalam mesin In-Line 4 Cylinders, 16- Valve, DOHC, VVT-I berkubikasi 2.494 cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 156.6 PS pada putaran 5.700 rpm dan torsi 20.9 Kgm pada putaran mesin 4.800 rpm yang dipadukan dengan motor listrik. Tersedia dalam pilihan transmisi 6 speed AT Sequential dan CVT.

Karena diciptakan buat kelas menengah atas, fiturnya pun berlimpah. Head unit-nya dilengkapi layar touchscreen berukuran 8 inci, Toyota Move, Toyota Navigation System, MicaCast & MirrorLink Technology & Toyota Audio Controller. Sedangkan buat keselamatannya, Toyota Camry dilengkapi airbag pada pengemudi, penumpang depan, samping dan lutut, VSC (Vehicle Stability Control) yang mampu memberikan kestabilan lebih pada mobil ketika berakselerasi dalam jalanan licin atau tikungan.

Sumber : iotomotif

Pada headlamp-nya, Camry hybrid sudah dilengkapi dengan projector lens yang menemani bohlam LED, lengkap dengan LED DRL sebagai standar. Tapi ingat, itu hanya untuk yang hybrid saja, yang non-hybrid belum dapat bohlam LED. Akan tetapi, headlamp Camry baru kini makin canggih dengan fitur automatic high beam yang bisa meredupkan sorot lampu kala mendeteksi ada mobil lain yang melintas dari arah berlawanan, agar sorot lampu tak menyilaukan pengendara mobil lain. Di sudut kanan-kiri air dam bagian bawah, ada sepasang fog lamp yang dibingkai oleh aksen chrome yang membentuk siluet kumis tadi....

Selengkapnya di http://autonetmagz.com/first-impression-review-toyota-camry-facelift-2015-oleh-autonetmagz/27727/ © AutonetMagz // Portal Otomotif Indonesia

Inilah Yang Wajib Diketahui Sebelum Memasang CNG Conversion Kit di Mobil

mobil CNG

Sekarang sudah waktunya kita beralih dari bahan bakar minyak (BBM) ke gas seperti CNG (compressed natural gas). Banyak conversion kit yang dijual ke pasaran. Conversion kit ini dirancang agar mobil sanggup menenggak 2 jenis bahan bakar, yaitu minyak dan gas. Harga sistem tambahan ini lumayan mahal, namun keuntungan buat pemilik sudah pasti lebih ekonomis sebab harga eceran CNG (Rp 3.100 per liter) lebih murah ketimbang bensin.

Walaupun begitu, ada beberapa hal yang diperhatikan sebelum memasang perangkat tambahan ke mobil.  Salah satu penjual CNG conversion kit di Indonesia, Autokit, menjelaskan, komponen inti sistem CNG yang “dicangkok” di mobil terdiri dari “ECU” tambahan, jalur suplai yang "disuntikan" ke intake mesin, saluran pengisian, dan tabung CNG.

Pemasangan conversion kit ini bisa mengganggu garansi. Karena ECU tambahan dari konverter itu disambungkan dengan ECU mobil. “Otak” sistem dipadankan dengan ECU standar, fungsinya mengatur buka-tutup suplai CNG agar bisa bergantian dengan bensin. Pemasangannya bisa jadi mengubah sistem kelistrikan yang dijamin oleh pemegang merek mobil. Staff Marketing Communication Autokit, Arief Erlangga menjelaskan bahwa walaupun pemasangannya diusahakan rapi, tetap aja intake harus dilubangi untuk membuat jalur baru CNG.

Masalah lain adalah penempatannya. Karena mobil nggak dirancang buat berbahan bakar CNG dari pabriknya, maka nggak ada tempat khusus buat tangki tambahan CNG. Akibatnya ruang yang ada pun terpangkas buat tangki CNG. Misalnya tabung penyimpanan berukuran 65 liter atau setara CNG 15 liter setara premium bila dipasang sudah pasti memangkas jok baris ketiga pada mobil berjenis MPV. Dengan begini, pemilik harus rela mengorbankan fungsionalitas kabin. Selain itu bobot tabung 50 kg menambah beban angkut. Bisa juga ditaruh di luar kabin. Tapi nggak disarankan.

Memakai conversion kit CNG adalah pilihan pemilik, tapi sebaiknya dibicarakan dengan dealer merek untuk mengantisipasi hangusnya garansi. Satu-satunya penjual CNG untuk kendaraan di Indonesia, Pertamina, mengatakan CNG lebih bersih dan ramah lingkungan, sebab emisi yang dihasilkan hanya sepertiga bahan bakar minyak. CNG juga mengandung kadar oktan RON 120 hingga sanggup menghasilkan pembakaran lebih efisien. Jadi, bila ingin lebih efisien menggunakan bahan bakar dengan conversion kit CNG, pemilik mobil wajib paham konsekuensinya.

Sebetulnya ada pilihan yang lebih aman, yaitu menunggu mobil-mobil berbahan bakar gas itu diimpor atau diproduksi secara massal di Indonesia. Kita tinggal membelinya di dealer resmi. Selain lebih aman daripada memasang perangkat aftermarket, juga nggak mengganggu garansi karena garansinya satu paket dengan mobilnya. Namun membutuhkan waktu yang lumayan lama. Itupun tergantung ketersediaan stasiun pengisian BBG/CNG di Indonesia. Kalau stasiun pengisiannya aja masih sedikit, pabrikan mobil pasti ogah buat menjual mobil berbahan bakar gas.

Sumber : Kompas

Saturday, May 2, 2015

Cara Membedakan Pelek Mobil Asli dengan Repilka

pelek mobil replika
Pelek replika
Pelek mobil sudah didesain menarik oleh pabriknya. Tapi terkadang pemilik mobil nggak puas dengan pelek bawaan mobilnya itu. Alhasil, peleknya pun diganti. Tapi jika ingin mengganti dengan pelek asli buatan Jepang, Eropa, atau Amerika terbentur dengan harga yang mahal. Mengganti dengan pelek replika jadi salah satu solusi. Harga pelek replika sendiri antara tiga sampai sepuluh kali lipat lebih murah dari harga pelek asli. Pada umumnya, negara terbanyak yang membuat pelek replika adalah Taiwan. Selain itu ada China, Malaysia, dan tentunya Indonesia sendiri. Walaupun peleknya tiruan, kualitasnya belum tentu jelek.

Beginilah perbedaan pelek asli dengan replika :

1.  Bahan material dan bobot

 

Material pelek mobil asli lebih ringan dari replika karena bahannya yang berbeda. Pelek asli umumnya dibuat dari aluminium alloy, titanium, atau magnesium. Sedangkan pelek replika lebih banyak kandungan bajanya.

2. Pelek asli lebih lentur

 

Karena bahan yang lebih ringan, pelek asli lebih lentur. Jadi nggak gampang retak karena begitu terkena benturan, peleknya akan balik ke bentuk semula.

3. Harga

 

Pelek replika jauh lebih murah daripada pelek asli. Perbedaan harganya mencapai 3-10 kali lipat.

4. Pelek asli menggunakan part number

 

Meskipun nggak semuanya, pelek mobil asli umumnya menggunakan part number. Terutama kalo pelek itu merupakan OEM (Original Eqiupment Manufacturing) dari pabrikan mobil.

5. Perbedaan Tulisan Merek

 

Jika memang punya banyak pengetahuan mengenai merek pelek mobil, akan lebih mudah membedakan antara pelek mobil yang asli dengan replika. Merek pelek dibuat berbeda antara asli dengan replika. Misalnya pelek Volk Rays, akan ditulis Yolk Rays.

6. Kejujuran Toko

 

Ada juga toko yang jujur mengatakan kalau pelek yang dijualnya adalah replika. Biasanya mereka juga menyediakan pelek asli. Walaupun pelek yang dijualnya adalah replika, mereka berani menjamin bahwa kualitas pelek yang dijualnya nggak kalah dengan yang asli.

Jika dilihat, memang lebih baik pakai yang asli. Tapi kalau dananya mepet, nggak ada salahnya pakai pelek replika. Toh ada pelek replika yang kualitasnya hampir sama dengan yang asli. Yang penting rawat baik-baik pelek itu. Pelek asli pun juga bisa cepat kusam dan rusak kalau nggak dijaga dengan baik.

Friday, May 1, 2015

Buruh Berdemo dengan Motor Mahal

buruh
Buruh yang berdemo dengan sepeda motor berharga mahal
Tanggal 1 Mei adalah hari libur nasional. Libur nasional itu diperingati sebagai hari Buruh Internasional. Biasanya tanggal 1 Mei itu adalah hari demo nasional buat para buruh. Tuntutan buruh masih bersifat normatif, terkait dengan kesejahteraan.

Walaupun tuntutannya adalah kesejahteraan, sebetulnya buruh itu hidupnya sudah sejahtera. Lihat aja setiap mereka berdemo. Mereka selalu berdemo dengan menggunakan motor jenis terbaru. Bahkan ada yang motornya berharga di atas Rp 50 jutaan kayak Kawasaki Ninja dan Honda CBR.

buruh
Jadi bahan bully di Instagram (merdeka.com)
Walaupun mereka berdemo dengan motor mahal, tuntutan mereka malah dianggap makin nggak masuk akal oleh pengusaha. Bahkan terkesan umpak-umpakan (Jawa : ngelunjak). Misalnya, mereka menuntut adanya tunjangan hiburan, tunjangan make-up, dan tunjangan pulsa.

Padahal kita tahu sendiri, produktivitas buruh di Indonesia masih rendah. Coba aja kalo bekerja di Jepang, para buruh bekerja sampai malam hari. Berbeda dengan disini. Jam 5 sore aja udah minta pulang. Hal seperti ini membuat pengusaha semakin terbebani.

Makanya pengusaha yang punya modal banyak lebih memilih menggantikan buruh dengan mesin atau robot. Robot itu nggak banyak tuntutan. Berbeda kalau memperkerjakan manusia.

Toyota Corolla Akan Kembali Diproduksi di Indonesia

Toyota Corolla
Toyota Corolla Altis
Toyota Corolla, sedan legendaris produksi Toyota itu pernah dirakit di Indonesia sejak tahun 1970-an. Tapi sejak kemunculan Toyota Corolla Altis pada tahun 2001, produksinya beralih ke Thailand. Alasannya karena dampak krisis ekonomi. Kini Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mempelajari kemungkinan kembali merakit Corolla.

"Toyota Corolla Altis saat ini dibuat di Thailand, kalau dilihat harus dipertimbangkan skala ekonomi, skala bisnisnya. Dulu pernah diproduksi di kami, tapi karena krismon (krisis moneter) kemudian dipindah," jelas I Made Dana Tangkas, Direktur TMMIN di Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Idealnya agar terjadi BEP (break even point), jumlah produksi mencapai 100.000 unit per tahun. Tapi dengan produksi minimal 50.000 unit ternyata juga bisa. Toyota Corolla Altis jika jadi dirakit, akan memanfaatkan pabrik TMMIN di Karawang yang khusus memproduksi mobil sedan. Pabrik itu sendiri punya kapasitas produksi sampai 120.000 unit per tahun. Kini pabrik itu merakit Toyota Vios, Limo, Etios Valco, dan Yaris.

"Pabrik kedua TMMIN fasilitas produksinya memang lebih cocok untuk model-model dengan struktur (platform) monokok, sedangkan pabrik pertama tipe sasis (frame). Harus dipelajari dulu nanti," tukas Made.

Toyota Corolla sendiri sudah mencapai generasi ke 14. Sedangkan buat versi Corolla Altis, sudah menginjak generasi ketiga. Toyota Corolla nggak cuma dirakit di Thailand.Tapi juga diproduksi di Jepang, Brasil, Kanada, China, India, Pakistan, Afrika Selatan, Taiwan, Vietnam, Turki dan Venezuela.

Pentingnya Tutup Pentil Pada ban

tutup pentil

Banyak orang yang meremehkan keberadaan tutup pentil pada ban. Bahkan ada yang tetap berkendara walaupun tutup pentilnya hilang. Sales Training Manager PT Goodyear Indonesia Tbk, Andry Adam menjelaskan, jangan sekali-kali meremehkan tutup karena bisa menyebabkan ban rusak. "Banyak sekali pengendara yang tidak mengetahui betapa pentingnya sebuah tutup pentil. Ada yang tahu kira-kira apa yang terjadi jika tutup pentil tidak terpasang, dan pengendara tetap nekat berkendara?" tanya Andry.

Menurut Andry, keberadaan tutup pentil sangat penting buat sebuah ban. Benda kecil ini sering dianggap hanya sebagai penutup katup masuknya tekanan angin pada ban saat pengisian. Padahal nggak cuma itu fungsinya. Tutup pentil ban juga berfungsi agar ban nggak cepat kempes karena angin yang cepat keluar. Selain itu juga mencegah kotoran masuk ke dalam ban. Ban pun jadi lebih awet.

Tutup pentil biasanya memiliki klep karet yang memberikan pelindung sekunder untuk mencegah angin keluar. "Karet ini berfungsi untuk mencegah angin keluar. Lalu bayangkan jika tutup pentil tidak terpasang, bukan hanya angin yang bakal keluar. Kotoran pun akan masuk kedalam lubang pentil dan bisa berkerak.  Dan saat ban kurang angin dan pengendara melakukan pengisian tekanan angin kembali. Akan kemana kotoran itu? Iya betul sekali, kotoran akan masuk kedalam ban. Dan ini bisa membuat ban menjadi tidak awet," katanya. Ujarnya lagi, tutup pentil juga berfungsi buat menjaga hawa lembab yang masuk kedalam ban.

Kadang-kadang, ada polisi yang suka merazia tutup pentil ban. Kalo ban kendaraan nggak ada tutup pentil, pasti kena tilang deh. Jadi jagalah tutup pentil ya.......

Sumber artikel dan foto : detikoto