Showing posts with label Tips mobil. Show all posts
Showing posts with label Tips mobil. Show all posts

Friday, May 8, 2015

Kopling Keras? Beginilah Solusinya

kopling

Buat pengendara yang mobilnya bertransmisi manual, pasti pernah mengalami pedal kopling yang keras. Terutama jika mobilnya sudah lawas. Kopling keras memang bikin pegal kaki kiri. Apalagi jika kena macet. Jadi bikin stres. Membuat konsentrasi jadi ikut terkuras akibat rasa pegal.

”Sebenarnya berat tidaknya tekanan pedal kopling tergantung jenis kendaraan juga. Pada mobil-mobil besar, sengaja disetel berat supaya kopling tidak selip untuk menggiring bobot yang sangat berat. Misalnya truk dan bus. Tapi untuk mobil perkotaan, seharusnya ringan,” jelas Marzuki, mekanik Embrio Cars, bengkel spesialis mobil built up di Kalimalang, Jakarta Timur.

Ada beberapa sebab kopling jadi keras. Tapi menurutnya sebab paling banyak karena kopling terlalu sering dipakai dan kurangnya perawatan. ”Gampangnya, kalau mobil ada footrest, dimanfaatkan saja. Jangan meletakkan kaki di atas pedal kopling selama mobil berjalan, karena akan mempercepat keausan pada release bearing dan pelat kopling,” tegas Marzuki.

Berikut beberapa hal yang mempengaruhi kerasnya pedal kopling :
  1. "Matahari" yang sudah berumur. Sehingga per kopling jadi keras. Nggak mau ditekan lagi. 
  2. Leher kopling (release bearing) dan pilot bearing yang rusak.
  3. Kampas kopling aus.
  4. Pedal kopling yang terlalu sering diinjak. Sudah begitu, cara menginjaknya kasar. Bikin komponen kopling jadi berumur pendek.
  5. Komponen kopling yang kurang pelumasan.
Cara mengatasinya :
  1. Ganti komponen kopling satu set. Namun biayanya jadi mahal. Memang begitulah konsekuensinya kalau kopling kurang perawatan dan cara pakainya yang salah.
  2. Semprotkan anti karat pada dudukan luncur melalui karet boot pada fork kopling.
Pencegahan juga harus dilakukan agar kopling berumur panjang. Sehingga nggak terasa keras ketika diinjak. Cara pencegahannya :
  1. Start dengan gigi satu. Agar kerja kopling jadi ringan
  2. Ketika berhenti, transmisi harus dinetralkan.
  3. Jangan injak setengah kopling. Lebih baik tarik rem parkir ketika berhenti. Memang bikin tangan jadi cepat capek. Tapi membuat kopling jadi berumur panjang.
  4. Kaki harus dilepas dari kopling.
  5. Gunakan pedal kopling hanya ketika memindah gigi transmisi.

Wednesday, May 6, 2015

4 Penyebab Ban Cepat Aus

ban

Ban adalah komponen penting buat mobil. Karena itu, ban itu juga harus selalu diperhatikan dan dirawat. Para pengendara disarankan untuk lebih waspada dan lebih memperhatikan kondisi ban. "Ban merupakan faktor paling penting dikendaraan. Bayangkan bobot berat kendaraan hanya ditopang oleh 4 ban kecil," kata Sales Training Manager PT Goodyear Indonesia Tbk, Andry Adam.

Suatu sat ban itu akan menjadi aus dan perlu diganti. Menurut Andry, ada beberapa penyebab ban menjadi cepat aus. Seperti ini 4 penyebabnya :

 

1. Kecepatan

 

Ban nggak boleh dikendarai terlalu cepat dari batas kemampuannya. Simbol kecepatan juga harsu diperhatikan. Berikut ini simbol yang tertera di ban :
- Simbol M Kecepatan maksimal 130 km/jam.
- Simbol N Kecepatan maksimal 140 km/jam.
- Simbol P Kecepatan maksimal 150 km/jam.
- Simbol Q Kecepatan maksimal 160 km/jam.
- Simbol R Kecepatan maksimal 170 km/jam.
- Simbol S Kecepatan maksimal 180 km/jam.
- Simbol T Kecepatan maksimal 190 km/jam.
- Simbol U Kecepatan maksimal 200 km/jam.
- Simbol H Kecepatan maksimal 210 km/jam.
- Simbol V Kecepatan maksimal 240 km/jam.
- Simbol W Kecepatan maksimal 270 km/jam.
- Simbol Y Kecepatan maksimal 300 km/jam.
- Simbol ZR Kecepatan maksimal di atas 240 km/jam.

 

2. Mekanisme Kendaraan

 

Ban juga harus dirotasi. Atau dengan kata lain diganti posisinya. Tujuannya agar keausannya lebih merata. Selain itu ban juga harus dispooring.

3. Kebiasaan Mengemudi

 

Jika pengendaraan dilakukan secara agresif, ban juga cepat aus. Seperti pengendara sering melakukan start yang cepat dan berhenti mendadak. Membelokkan kendaraan dengan cepat, serta pengendara kerap mengendarai kendaraan di antara aspal dan tanah, melalui lubang atau halangan lainnya.

 

4. Tekanan angin

 

Tekanan angin juga harus sesuai. Nggak boleh kurang. Tapi juga jangan berlebihan. Pabrikan mobil sebetulnya sudah memberi petunjuk tekanan ban yang tepat buat mobil kita.

Sumber : detikoto

Sunday, May 3, 2015

Inilah Yang Wajib Diketahui Sebelum Memasang CNG Conversion Kit di Mobil

mobil CNG

Sekarang sudah waktunya kita beralih dari bahan bakar minyak (BBM) ke gas seperti CNG (compressed natural gas). Banyak conversion kit yang dijual ke pasaran. Conversion kit ini dirancang agar mobil sanggup menenggak 2 jenis bahan bakar, yaitu minyak dan gas. Harga sistem tambahan ini lumayan mahal, namun keuntungan buat pemilik sudah pasti lebih ekonomis sebab harga eceran CNG (Rp 3.100 per liter) lebih murah ketimbang bensin.

Walaupun begitu, ada beberapa hal yang diperhatikan sebelum memasang perangkat tambahan ke mobil.  Salah satu penjual CNG conversion kit di Indonesia, Autokit, menjelaskan, komponen inti sistem CNG yang “dicangkok” di mobil terdiri dari “ECU” tambahan, jalur suplai yang "disuntikan" ke intake mesin, saluran pengisian, dan tabung CNG.

Pemasangan conversion kit ini bisa mengganggu garansi. Karena ECU tambahan dari konverter itu disambungkan dengan ECU mobil. “Otak” sistem dipadankan dengan ECU standar, fungsinya mengatur buka-tutup suplai CNG agar bisa bergantian dengan bensin. Pemasangannya bisa jadi mengubah sistem kelistrikan yang dijamin oleh pemegang merek mobil. Staff Marketing Communication Autokit, Arief Erlangga menjelaskan bahwa walaupun pemasangannya diusahakan rapi, tetap aja intake harus dilubangi untuk membuat jalur baru CNG.

Masalah lain adalah penempatannya. Karena mobil nggak dirancang buat berbahan bakar CNG dari pabriknya, maka nggak ada tempat khusus buat tangki tambahan CNG. Akibatnya ruang yang ada pun terpangkas buat tangki CNG. Misalnya tabung penyimpanan berukuran 65 liter atau setara CNG 15 liter setara premium bila dipasang sudah pasti memangkas jok baris ketiga pada mobil berjenis MPV. Dengan begini, pemilik harus rela mengorbankan fungsionalitas kabin. Selain itu bobot tabung 50 kg menambah beban angkut. Bisa juga ditaruh di luar kabin. Tapi nggak disarankan.

Memakai conversion kit CNG adalah pilihan pemilik, tapi sebaiknya dibicarakan dengan dealer merek untuk mengantisipasi hangusnya garansi. Satu-satunya penjual CNG untuk kendaraan di Indonesia, Pertamina, mengatakan CNG lebih bersih dan ramah lingkungan, sebab emisi yang dihasilkan hanya sepertiga bahan bakar minyak. CNG juga mengandung kadar oktan RON 120 hingga sanggup menghasilkan pembakaran lebih efisien. Jadi, bila ingin lebih efisien menggunakan bahan bakar dengan conversion kit CNG, pemilik mobil wajib paham konsekuensinya.

Sebetulnya ada pilihan yang lebih aman, yaitu menunggu mobil-mobil berbahan bakar gas itu diimpor atau diproduksi secara massal di Indonesia. Kita tinggal membelinya di dealer resmi. Selain lebih aman daripada memasang perangkat aftermarket, juga nggak mengganggu garansi karena garansinya satu paket dengan mobilnya. Namun membutuhkan waktu yang lumayan lama. Itupun tergantung ketersediaan stasiun pengisian BBG/CNG di Indonesia. Kalau stasiun pengisiannya aja masih sedikit, pabrikan mobil pasti ogah buat menjual mobil berbahan bakar gas.

Sumber : Kompas

Friday, April 24, 2015

Komponen Mobil yang Paling Rawan Rusak Karena Jalan Berlubang

Jalan di Indonesia termasuk jalan yang terburuk di dunia. Dimana-mana jalan selalu berlubang. Jarang ada jalan yang mulus. Selain berbahaya, jalan kayak gini juga bisa bikin komponen mobil cepat rusak. Biasanya komponen mobil yang cepat rusak adalah ban dan pelek. Selain itu adalah lower arm dan ball joint.

"Paling sering rusak adalah ban dan pelek, biasanya ban bisa dilihat jadi ada benjolan atau pelek yang bisa jadi tidak rata lagi. Kerusakan lainnya paling sering di lower arm dan ball joint. Ini pun kalau sering terkena lubang apalagi kondisi yang ekstrem," jelas Parman Suanda, Kepala Bengkel Plaza Toyota Pemuda, saat berbincang dengan Kompas Otomotif.

Menurut Pak Parman, komponen awal seperti ban, pelek, lower arm dan ball joint yang perlu diperiksa pertama kali kalo terdeteksi bermasalah. Karena akan merembet ke shock-absorber atau bushing arm
kalo dibiarkan. "Kalau sudah terkena bagian ini biasanya kerusakan sudah parah dan sampai melakukan penggantian komponen mobil," jelas Parman lagi.
Komponen mobil lain yang cepat rusak adalah laher atau bantalan as roda. Sebenarnya usia laher sendiri mencapai 100.000 km. Tapi karena kondisi jalan yang terkesan dibiarkan buruk oleh pemerintah, menyebabkan laher ini berumur pendek. Kalo udah begini, cepat-cepat datangi bengkel. Agar roda nggak copot tiba-tiba ketika berjalan.

Pemerintah, terutama pemerintah daerah sendiri juga seharusnya segera memperbaiki jalanan yang hancur. Dana yng minim seharusnya bukan alasan kalo memikirkan rakyatnya. Kecuali kalo anggarannya dijarah untuk korupsi. Itu lain lagi ceritanya.

Wednesday, April 22, 2015

Tips dan Trik Tentang Kursi Bayi Untuk Mobil

Kursi bayi
Kalo kita peduli anak kita, kita mestinya memperhatikan keamanan anak kita yang masih bayi. Termasuk juga keamanannya di mobil. Bayi mestinya didudukkan di kursi bayi. Walaupun di Indonesia belum jadi peraturan wajib, nggak kayak di luar negeri, alangkah baiknya kalo kita melakukan seperti itu. Berikut ini poin-poin yang harus diperhatikan sewaktu memakai kursi bayi buat bayi kita :
  • Pastikan tinggi, umur, dan bobot bayi sesuai kursi bayi yang kita pilih. Kursi bayi ada 2 macam, menghadap ke depan dan ke belakang. Kursi bayi yang menghadap ke belakang buat anak yang berusia 2 tahun ke bawah. Kursi bayi yang menghadap ke depan untuk anak yang berusia 2-4 tahun dan berbobot kurang dari 20 kiligram.
  • Tempatkan bayi beserta kursinya di jok belakang. Ikat dengan sabuk pengaman. Akan lebih baik lagi kalo kursi bayinya dilengkapi fitur ISOFIX dan mobil kita juga dilengkapi ISOFIX di joknya. Hubungkan pengait ISOFIX di kursi bayi tadi dengan pengait di jok mobil kita. Pastikan juga sabuk pengamannya tepat di bagian perut, bukan leher. Biar nggak mencekik bayi kita.
  • Kursi bayi juga wajib ada sertifikasi keamanan. Pastikan sertifikasinya itu sesuai standar internasional. Biasanya terdapat pada kursi bayi impor.
  • Jangan sekali-sekali membeli kursi bayi bekas. Murahnya sih murah. Tapi nggak aman buat anak kita.
  • Biar nggak lupa membawa si kecil, tempatkan barang-barang penting di sekitar bayi.
    Pertama, pastikan kursi bayi sesuai dengan ukuran tinggi buah hati Anda. kursi bayi ada 2 jenis, menghadap ke depan dan ke belakang. Keduanya sama-sama aman. Untuk bayi usia di bawah 2 tahun, pilihlah kursi yang menghadap ke belakang. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko cidera. Anda perlu tahu bahwa kantong udara yang seketika mengembang di kursi depan saat mobil mendadak berhenti akan mencelakai buah hati Anda. Untuk bayi usia 2-4 tahun atau bayi yang berat badannya tidak lebih 20 kilogram, gunakan kursi bayi yang menghadap ke depan. - See more at: http://www.toyota.astra.co.id/connect/news/article/tips-dan-trik-seputar-kursi-bayi-untuk-mobil/#sthash.3h0RMwpU.dpuf
Itu tadi tips dan triknya. Selamat mencoba!


Sunday, April 19, 2015

7 Tips Merawat Mesin Mobil Yang Bisa Dilakukan Sendiri

tips merawat mobil

Kita membeli mobil baru pasti karena macem-macem tujuan. Ada yang buat berbisnis, ada yang buat dipakai sendiri. Tapi ada yang juga buat keperluan keluarga. Kalo kita memiliki sesuatu, kita juga wajib merawatnya. Begitu juga kalo punya mobil, harus dirawat biar mobilnya awet dan enak dipakai. Selain perawatan berkala di bengkel, kita juga bisa merawat sendiri mobil kita. Khususnya di bagian mesin yang dianggap paling rumit selama ini. Begini 7 tips merawat mesin mobil yang bisa dilakukan sendiri dari PT Honda Prospect Motor :
  1. Mengecek oli sendiri dengan mengangkat dipstik di ruang mesin. Kalo olinya ada di bawah tanda min di dipstik, tambahi sampai olinya di antara tanda min dan max. Periksa kebocoran oli dengan mengecek mesin dan lantai di bawah mobil.
  2. Memeriksa air radiator dengan mengecek tabung air radiator di ruang mesin. Kalo kurang, tambahi sampai penuh. Pemeriksaan ini harus dilakukan ketika mesin dalam kondisi dingin. Kalo tutup air radiator dibuka pada kondisi panas, akan berbahaya buat tubuh kita. Air panas bersuhu 100 derajat Celcius dari radiator bakal muncrat ke tubuh kita.
  3. Air wiper juga harus diperiksa. Periksa tingkat kepenuhannya di tabung air wiper. Kalo kurang, penuhi airnya dengan air murni/sulingan atau air wiper khusus.
  4. Pemeriksaan aki. Periksa kebersihannya. Cegah aki berkarat dengan sedikit grease. Gerakkan kabel aki untuk memeriksa kekencangan konektor. Jika terdapat gerakan pada konektor kabel, kencangkan dengan menggunakan kunci. Periksa ketinggian level air aki, harus berada pada level min dan max. (level air tertera pada sisi samping aki), penambahan air aki disesuaikan dengan spesifikasi masing-masing aki. Periksa indikator aki.
  5. Periksa oli rem dengan memantaunya di tabung oli rem. Tambahi kalo di bawah tanda min. Oli rem juga harus sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan pabrikan mobil. Hati-hati jangan sampai oli rem tumpah ke bodi kendaraan, bersihkan dengan air jika oli rem menetes pada bodi.
  6. Periksa minyak power steering dengan melihatnya di tabung reservoir. Tambahi kalo di bawah tanda min. Periksa kebocorannya di pompa power steering dan rack/batang penerus steering ke roda dari tanda basah oli. Minyak power steering harus berwarna keemasan. Kalo hitam, berarti kotor. Harus diganti.
  7. Pemeriksaan AC. Hidupkan mesin, kondisikan temperatur max dingin dan max blower. Buka jendela depan kanan dan kiri. Periksa kipas pendingin kondensor harus berputar, kemudian periksa sign glass kondisi tidak boleh terdapat buih udara. (Sign glass adalah kaca transparan yang terdapat pada pipa AC untuk melihat refrigerant). Periksa suhu hembusan angin pada kabin dengan tangan.


Friday, April 17, 2015

Nyetir pelan Belum Tentu Irit BBM

irit bbm

Banyak orang beranggapan, nyetir pelan bisa bikin irit BBM. Ternyata anggapan itu salah kaprah. Nyetir pelan itu belum tentu irit BBM.

Menurut Product Planning Expert PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Bonar Pakpahan, jika mengemudikan mobil dengan kecepatan 20-30 km/jam itu akan irit BBM ternyata tidak benar. Justru dengan kecepatan
tersebut ada beban lebih yang harus diterima. Menurut dia, kecepatan ideal mobil agar irit BBM ada di kecepatan 60-80 km/jam.
Jika kecepatan mobil di bawah kecepatan ideal, selain beban jadi bertambah, juga jadi berbahaya. Terutama jika mobil lain berkecepatan lebih tinggi dari mobil kita. Potensi tertabrak dari belakang lebih besar. "Jadi kecepatan ekonomis di jalan rata kurang lebih 60 km/jam di gigi paling tinggi dan diharuskan berada di rpm 1.500 atau di bawah 2.000 rpm," katanya.

Sumber artikel : detik.com


Tuesday, April 14, 2015

Manfaat Memasang Sabuk Pengaman Ketika Duduk Di Belakang

sabuk pengaman

Memakai sabuk pengaman emang rasanya nggak nyaman. Jadi banyak orang yang malas memakainya kalo nggak diwajibkan. Termasuk ketika duduk di belakang. Karena nggak ada aturan tentang pemakaian sabuk pengaman di jok belakang, banyak orang yang nggak pakai.

Padahal banyak penumpang belakang yang terlempar ketika duduk di jok belakang ketika mobil itu mengalami kecelakaan karena nggak pakai sabuk pengaman. Seperti kecelakaan yang menewaskan istri pedangdut Saiful Jamil atau kecelakaan Suzuki Ertiga yang terbalik di tol Jagorawi. Semua penumpang jok belakang terlempar keluar mobil karena nggak pakai sabuk pengaman.

Menggunakan sabuk pengaman selama ini memang belum menjadi hal yang diwajibkan menurut undang-undang.“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan,” bunyi UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Pasal 106 ayat 6.

Tidak disebutkan mengenai kewajiban mengenakan sabuk pengaman di belakang. Faktanya, 70 persen orang dewasa yang duduk di kursi belakang jarang menggunakan sabuk pengaman. Tetapi menggunakan sabuk pengaman bisa mengurangi angka kematian.

“Dalam kecelakaan fatal di 2012, 79 persen penumpang yang secara total terlempar dari mobil mengalami kematian,” ujar juru bicara Badan Keselamatan Lalu Lintas Nasional Amerika Serikat atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) seperti dikutip Detikoto dari CBS.

Menggunakan sabuk pengaman, seperti pernah disampaikan produsen mobil, merupakan cara sederhana untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko cedera dari kecelakaan. Jadi meski duduk di belakang, tetap pasang sabuk pengaman, sampai bunyi klik.

Bayi dan balita juga sebaiknya ditempatkan di jok khusus bayi. Jok bayi itu ditaruh di jok belakang. Demi keamanan anak kita. Beberapa mobil dilengkapi pengait khusus jok bayi yang dinamakan ISOFIX. Biar jok bayi lebih aman dan kuat. Bahkan di luar negeri, peraturan seperti itu diwajibkan. Nggak seperti di negara kita.

Maka buat keamanan, pakailah sabuk pengaman walaupun duduk di belakang. Bayi juga didudukkan di jok khusus di belakang dan diikat dengan sabuk pengaman juga. Buat keamanan kita dan keluarga kita.

Sumber artikel : Detikoto

Monday, April 13, 2015

Cari Mobil Baru? Perhatikan Hal Ini

Ketika kita ingin membeli mobil baru, kadang kita dibingungkan dengan pilihan yang begitu banyak. Dalam satu merek ada beberapa jenis mobil. Dalam satu jenis mobil pun juga ada beberapa merek. Agar nggak bingung, atau malah kecewa ketika membelinya, berikut ini yang harus diperhatikan :
  • Kemampuan keuangan
Cek dulu berapa uang ada. Jangan membeli mobil yang lebih mahal dari kemampuan Anda. Belilah mobil yang harganya di bawah jumlah uang yang dimiliki agar tetap ada tabungan. Jika ingin membeli dengan mencicil, hitung cicilannya. Sebaiknya jumlah cicilan itu maksimal 30% dari jumlah penghasilan tiap bulannya.
  • Perhatikan Kebutuhan
Kita juga harus tahu kebutuhan kita terhadap mobil. Jika kita membeli mobil untuk keperluan bisnis, maka disarankan untuk membeli kendaraan niaga seperti pick-up, minibus, atau truk. Tapi kalo mobil itu buat
keperluan pribadi atau keluarga, maka lebih baik beli mobil khusus penumpang seperti sedan, MPV, atau SUV. Kapasitas penumpang mobil itu juga harus pas dengan kebutuhan.
  • Biaya perawatan dan kebutuhan bahan bakar
Kita juga harus membandingkan biaya perawatan mobil itu. Biasanya biaya perawatan mobil itu sudah tercantum di situs produsennya. Atau bisa juga tanyakan langsung ke bengkel resminya. Mobil juga harus punya konsumsi bahan bakar yang irit. Untuk hal ini, rekomendasi terbaik adalah mobil bermerek Jepang seperti Toyota, Honda, Suzuki atau Daihatsu karena mobil Jepang menang dalam 2 aspek ini.
  • Jaringan yang luas
Produsen mobil itu juga harus punya jaringan penjualan dan bengkel resmi yang luas. Selain itu juga harus menyebar sampai ke kota-kota kecil. Agar memudahkan kita dalam merawat mobil kita. Untuk rekomendasi, lagi-lagi mobil merek Jepang paling direkomendasikan dalam hal ini karena jaringannya paling luas dibandingkan merek dari negara lain.
  • Pajak
Soal pajak tahunan juga harus dihitung. Nggak boleh memberatkan keuangan. Biasanya mobil bermesin kecil pajaknya lebih murah daripada mobil bermesin besar. Harga juga berbanding lurus dengan jumlah pajak yang dibayar.
  • Harga jual kembali
Mobil juga harus punya harga jual kembali yang tinggi. Selisihnya tidak boleh terlalu jauh dari harga barunya. Untuk harga jual kembali, kita bisa mencarinya di internet. Atau yang lebih gampang, lihat aja populasinya di jalan. Kalo mobil itu punya populasi yang banyak, berarti mobil itu punya harga jual kembali yang tinggi. Merek Jepang biasanya punya keunggulan dalam hal ini dibandingkan merek lainnya.
  • Kemampuan menawar
Kita harus punya kemampuan menawar dalam membeli mobil baru. Kita bisa meminta diskon kepada salesnya. Usahakan kita dapat diskon yang besar plus bonus lain seperti bonus aksesori yang banyak.
  •  Gengsi
Rasa gengsi itu ternyata juga mempengaruhi keputusan membeli mobil baru. Kalo kemampuan keuangan masih minim, kalahkan dulu rasa gengsi kita. Jangan menyaingi mobil baru milik teman atau tetangga kalo nggak mampu. Kita baru bisa membeli mobil berdasarkan gengsi kalo keuangannya udah memadai (jadi kaya raya).